BPBD Nagekeo ​Siapkan 300 Ribu Liter Air Bersih untuk 47 Desa Terdampak Bencana Kekeringan

BPBD Nagekeo ​Siapkan 300 Ribu Liter Air Bersih untuk 47 Desa Terdampak Bencana Kekeringan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Agustinus Pone

NAGEKEO - Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyediakan 300 ribu liter air bersih untuk menanggulangi bencana rawan kekeringan yang terjadi di 47 desa yang tersebar di 6 kecamatan di kabupaten Nagekeo, NTT.

300 ribu liter air bersih itu nantinya akan didistribusikan di 6 kecamatan terdampak dan masing-masing kecamatan diprioritaskan sebanyak 50 liter. Hal ini dikatakan Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo Agustinus Pone kepada indonesiasatu.co.id, Senin (25/10/2021) kemarin.

"Kita akan mengalokasikan kurang lebih 50 ribu liter per-kecmatan. Selama ini yang sudah kita distribusikan, itu kurang lebih 60 ribu liter. Mobilisasinya kita menggunakan dua kendaraan yakni kendaran dari dinas sosial dan bencana alam, " sebut Gusti Pone.

Kata Gusti Pone, pendistribusian air bersih kepada warga di 47 terdampak, BPBD Nagekeo komitmen penyalurannya akan dilakukan secara merata. Ia juga mengaku, dalam proses distribusi tersebut, ada desa atau wilayah yang secara topografi sulit dijangkau, harus disikapi dengan angkutan yang lebih kecil dalam hal inins sesuai kondisi kontur akses masuk.

"Kami akan mendistribusikan secara merata kepada wilayah-wilayah terdampak di 47 desa berdasarkan jangkauan transportasi, bilamana kendaraan tidak bisa dilalui maka kami minta untuk menyewa kendaraan lain tergantung dari permintaan desa. Kerena ada wilayah yang tidak bisa dilalui kendaraan contoh wilayah Desa Nage Rawe disebelah kali Malaupe itu tidak bisa dilewati kendaraan karena kita melewati kali." jelasnya.

Lebih jauh Gusti Pone menuturkan, kecamatan yang telah dilakukan suplai air bersih oleh BPD Nagekeo sejauh ini yakni di kecamatan Nangaroro sebanyak 30 ribu kubik air. Lanjutnya, aspek dan dampak dari bencana rawan kekeringan yang terjadi serta menjadi atensi BPBD Nagekeo, ialah segmentasi ketersediaan air.

"Interfensi kami dalam kaitan bencana kekeringan kami menjalankan tugas sesuai tupoksi yakni melakukan distribusi air.  Dan, distribusi air sudah kita lakukan itu kurang lebih 30 ribu kubik air itu kita sudah bantu di Kecamatan Nangaroro dalam hal ini Desa Pagomogo dan Ulu Pulu 1."

"Jadi bencana kekeringan kita pertama dari pertanian yaitu melihat produksi pangan gagal panen yang kedua aktifitas lahan dia tidak terolah karena ketersediaan keterbatasan sumber air jadi kami melihat dari segmentasi ketersediaan air bersih sedangkan untuk yang lain dinas pertanian lebih teknis menjelaskan, " ujarnya.

Keluhan warga Desa Nggolonio terkait kesulitan air bersih yang meminta Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk segera disikapi, Gusti Pone menyebut, wilayah tersebut pada Sabtu (24/10) kemarin lalu telah dilakukan pendistribusian sebanyak 10 ribu liter.

"Desa Nggolonio, itu kita lakukan pada sabtu kemarin yaitu kurang lebih dua tengki 10.000.000 hari kami sedang melakukan distribusi air pada wilayah Kecamatan Aesesa yaitu di Desa Rendu Wawo dan Desa Tenga Tiba kami rencanakan 20 ribu liter saat ini  di Kecamatan Aesesa Selatan khusus pada satu desa yang sangat rawan Rendu Wawo dan akan berlanjut pada esok nanti di Desa Tenga Tiba kita akan mengalokasikan, " tutupnya.

Kekeringan Bencana Sikapi Nagekeo BPBD
Muhamad Yasin

Muhamad Yasin

Previous Article

Upaya Pecepatan Covid-19 di Nagekeo, Satgas...

Next Article

Satgas Covid-19 Optimis Nagekeo Kembali...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 281

Postingan Tahun ini: 1700

Registered: Jan 24, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 224

Postingan Tahun ini: 2731

Registered: Feb 19, 2021

Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed verified

Postingan Bulan ini: 113

Postingan Tahun ini: 625

Registered: Sep 22, 2020

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 112

Postingan Tahun ini: 2572

Registered: Sep 22, 2020

Profle

ISWAN DUKOMALAMO verified

Agenda Kunker Presiden, HMI Cabang Tidore Layangkan Pernyataan Sikap Kepada Walikota Tidore Kepulauan
Imbas dari Pilkades, 8 Unit Rumah Panggung di Jeneponto Dibongkar Paksa oleh Pemilik Lahan
Pasca Pembongkaran 8 Rumah Panggung di Jeneponto, Mulyadi Mustamu Bersedia Siapkan Lahan Sekalipun Satu Desa
Kelangkaan BBM di Kota Tidore Kepulauan, Ini Respon HMI Cabang Tidore

Follow Us

Recommended Posts

​Generasi Muda NTT Harus Toleran-Inklusif dan Memiliki Semangat Gotong Royong
Sungkono Soroti Banyaknya Buruh Asing yang Masuk ke Indonesia
Tony Rosyid: Erick Tohir Melakukan Pencitraan, Emang Salah?
Mulyanto: Pemerintah Harus Realistis Terkait Program Energi Hijau
​Menjadi seorang GURU adalah sebuah PANGGILAN