Dua Capaian Dinilai Efektif Menghambat Pertumbuhan Covid-19 di Nagekeo

Dua Capaian Dinilai Efektif Menghambat Pertumbuhan Covid-19 di Nagekeo
Ingatkan kesadaran prokes oleh salah seorang wartawan Nagekeo

NAGEKEO -   Terdengar di telinga masyarakat belakangan ini bahwa trend Covid-19 Provinsi NTT umumnya dan Nagekeo khususnya mengalami penurunan kasus yang begitu signifikan. Jika benar demikian, maka capaian ini sepatutnya diberikan diapresiasi.

Lantas, capaian apa saja yang dinilai dan dianggap mampu menurukan atau membalikan perbandingan jumlah kesembuhan lebih tinggi dari kasus terkonfirmasi .? Setiap daerah, kabupaten tentu punya cara yang berbeda-beda untuk mengatasi jika terjadi lonjakan kasus covid.

Sama halnya seperti Kabupaten Nagekeo, kabupaten ini mampu membalikan keadaan terpuruknya menjadi daerah status rendah Covid-19 bahkan nyaris nihil.

Benak tentu bertanya-tanya mengapa bisa? ya tentu bisa, namun tidak semudah itu. Karena menurunkan trend covid itu diperlukan tanggung jawab dan keterlibatan serta dukungan masyarakat.

Tiga prinsip ini menjadi pilar pendukung untuk membatasi lonjakan kasus di Nagekeo. Lalu, kalau tiga prinsip tersebut diibaratkan pilar pendukung, apa pilar utamanya.?

Pilar utama untuk mencegah serta menurunkan trend covid di Nagekeo sesungguhnya ialah, penerapan pelaksanaan disiplin prokes diperketat. Dan, masyarakat Nagekeo saat ini lebih terbuka menerima serta menyukseskan vaksinasi.

Secara terpisah Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Nagekeo malalui Juru Bicara (Jubir) Silvester Teda Sada membenarkan dua capaian itu sangat efektif membalikan trend lonjakan Covid-19 di Nagekeo.

Menurut dia, masyarakat Nagekeo hingga saat ini terus menggalakan disiplin prokes dan juga mengikuti program vaksninasi meski Covid-19 telah mengalami penurunan.

"Patut diapresiasi masyarakat kita (Nagekeo-red) karena hingga saat ini masih sungguh-sungguh melakasanakan disiplin prokes dan juga antusias mengikuti program vaksinasi, " ucap Sil kepada indonesiasatu.co.id, Selasa (19/10/2021) siang.

Sementara itu Kasat Pol-PP Kabupaten Nagekeo Muhayan Amir mengatakan pihaknya terus memantau secara langsung aktifitas-aktifitas yang berbasis sosial dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu kata Muhayan, guna mengingatkan sekaligus menertibkan jika didapati masyarakat Nagekeo masih ada yang tidak mentaati prorokol kesehatan dalam aktifitas-aktifitas sosial tersebut.

"Kita tetap lakukan pantauan kepada masyarakat yang masih melanggar prokes meski situasi covid di kabupaten kita telah menurun. Apalagi saat sekarang pasar-pasar mulai dibuka ditambah pesta pernikahan ada dimana-mana. Ini tentu menjadi tanggung jawab kami dan tanggung jawab kita bersama bagaimana kita harus mengingatkan saudara-saudara kita yang masih belum taat prokes, " ungkap Muhayan.

Dua Capaian Dinilai Efektif Turunkan Covid
Muhamad Yasin

Muhamad Yasin

Previous Article

Apel Kesadaran KORPRI, 4 ASN Purnabakti...

Next Article

DPRD dan TPAD Nagekeo Sepakati Sidang Penetapan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 281

Postingan Tahun ini: 1700

Registered: Jan 24, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 224

Postingan Tahun ini: 2731

Registered: Feb 19, 2021

Ryawan Saiyed

Ryawan Saiyed verified

Postingan Bulan ini: 113

Postingan Tahun ini: 625

Registered: Sep 22, 2020

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 112

Postingan Tahun ini: 2572

Registered: Sep 22, 2020

Profle

ISWAN DUKOMALAMO verified

Agenda Kunker Presiden, HMI Cabang Tidore Layangkan Pernyataan Sikap Kepada Walikota Tidore Kepulauan
Imbas dari Pilkades, 8 Unit Rumah Panggung di Jeneponto Dibongkar Paksa oleh Pemilik Lahan
Pasca Pembongkaran 8 Rumah Panggung di Jeneponto, Mulyadi Mustamu Bersedia Siapkan Lahan Sekalipun Satu Desa
Kelangkaan BBM di Kota Tidore Kepulauan, Ini Respon HMI Cabang Tidore

Follow Us

Recommended Posts

​Generasi Muda NTT Harus Toleran-Inklusif dan Memiliki Semangat Gotong Royong
Sungkono Soroti Banyaknya Buruh Asing yang Masuk ke Indonesia
Tony Rosyid: Erick Tohir Melakukan Pencitraan, Emang Salah?
Mulyanto: Pemerintah Harus Realistis Terkait Program Energi Hijau
​Menjadi seorang GURU adalah sebuah PANGGILAN